Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts

Wednesday, March 21, 2012

us and you

you live in the house of ignorance
because in this house
no mirror glass for looking at life.
menhela our breath, and
of this complaint
come a rustling petals
foliage
and the whisper of the creek
which brings us to a peaceful nature.
Our sorrow flattered equivalent to hatred
you
We will triumph; between us and the sense of
sadness mixed
hate you; the time
stop restrained.
We went as a friend,
but you
attack us like a ready prey to pounce
between friendship
us and you hostility,
which is a great gulf in
which flowed blood and tears of sadness.

Monday, March 19, 2012

first kiss

That first sip from the cup
have been completed by the gods of water
fountain of love
indecision was the border between the
entertaining and sad hearts with
destiny is filled with happiness.
That's the opening line of a poem
plague the rope that connects the exile
past with the future glory.
The first kiss that unites
silence with feelings
song-singing.
 
That one word uttered by
which brings together a pair of lips
liver as a throne,
love as a king,
loyalty to the crown.

That's a soft touch
revealed bagamana fingers
wind roses caress fella's mouth,
enchanting village breath of pleasure
long and sweet moans softly.

That's the beginning of vibrations
separates the lovers from the world of space and
dimension and bring them to
inspiration and dreams.

he enter-shaped flower garden
stars with fruit
brings together two scents for
gave birth to a third soul.

if the first view is like
the seed sown by the gods
in the fields of human hearts,
the first kiss revealed
The first flower that blooms on a twig
The first branch of the tree of life.

Sunday, March 18, 2012

7 alasan mencela diri

tujuh kali aku pernah mencela diriku
pertama kali aku melihatnya lemah
padahal seharusnya dia bisa kuat.

kedua kali ketika melihatnya berjalan
terjongket-jonget dihadapan orang yang
 lumpuh.

ketiga kali ketika berhadapan dengan
pilihan yang sulit da mudah ia
memilih yang mudah.

keempat kalinya, ketika ia melakukan
kesalahan dan mencoba menghibur diri
dengan mengatakan bahwa semua orang
juga melakukan kesalahan.

kelima kali, ia menghindar karena takut
lalu mengatakannya sebagai sabar.

keenam kali, ketika ia mengejek kepada searut
wajah buruk [adahal ia tahu, bahwa ia itu
adalah salah satu tpeng yang sering ia pakai

dan ketujuh,
ketika ia menyanyikan lagu pujian dan
menganggap itu sebagai suatu yang bermanfaat.

Saturday, March 17, 2012

kata selembar kertas seputih salju

kata selembar kertas seputih salju,
"aku tercipta secara murni,
karena itu aku akan tetap murni selamanya.
lebih baik aku dibakar da kembali
menjadi abu putih daripada
menderita karena tersentuh kegelapan atau
didekati oleh sesuatu yang kotor".
tinta botol mendengar kata kertas itu.
ia tertawa dalam hatinya yang hitam,
tapi tak  berani mendekatinya.
pensil-pensil beraneka warnapun
mendengarnya, dan mereka pun
tak pernah mendekatinya.
dan selembar kertas yang seputih
salju tetap suci adn murni selamannya.

semalam

semalam aku sendirian di dunia ini
kekasih, dan kesedianku
sebengis kematian
samalam diriku adalah sepatah kata
yang tak bersuara
di dalam pikiran malam
hari ini
aku menjadi menjelma sebuah nyanyian
menyenangkan diatas lidah hari
dan, ia berlangsung dalam semenit
dari sang waktu yang melahirkan
sekilas pandang,
sepatah kata, sebuah desakan
sekucup ciuman.

kehidupan

engkau di bisikan bahwa hidup adalah kegelapan
dan dengan penuh ketakutan
engkau sebarkan apa yang telah dituturkan
padamu penuh kebimbangan
kuwartakan padamuhidup adalah
kegelapan, jika tidak diselimuti oleh kehendak
dan segala kehendak akan buta bila tidak
diselimuti pengetahuan
dan segala macam pengetahuan akan
kosong bila tidak diiringi kerja
dan segala kerja hanyalah kehampaan
kecuali disertai cinta
maka bila engkau bekerja dengan cinta
engkau sesungguhnya tengah menambatkan
dirimu
dengan wujudnya kamu, wujud mannusia lain,
dan wujud TUHAN.